Observasi Para Siswa SMAN 1 Wsb di SLB Karya Bakti
“Tujuan kami adalah memvisualkan ucapan teman-teman disabilitas tuli menjadi sebuah gambar, agar mereka lebih baik dalam menangkap proses berkomunikasi” ungkap Vio, salah satu pelajar dari SMAN 1 Wonosobo.
Ada yang berbeda pagi ini, 10 Oktober 2026, sekitar 6 pelajar dari SMAN 1 Wonosobo, berkunjung ke sekolah, SLB Karya Bakti_(LPATR Don Bosco) Wonosobo melakukan observasi untuk pembuatan media bagi anak-anak tuli yang lebih mengandalkan visualnya, dengan sarana robotik.
Dalam kegiatan observasi hari ini, para siswa dari SMAN1 Wonosobo, melebur dalam kegiatan percakapan, latihan mendengar, dan pembuatan media ajar atau gambar identifikasi.
Para Siswa SMAN 1 Wsb yang melakukan observasi di SLB Karya Bakti
Sarana robotik yang direncanakan adalah, bagaimana nantinya ucapan dari anak tergambar atau tervisual dalam bentuk gambar di layar.
Kegiatan ini didukung penuh dari kedua belah pihak, terbukti dengan melibatkan secara penuh anak-anak tuli SLB Karya Bakti Wonosobo untuk semakin mahir dan berkembang dalam berkomunikasi, baik dengan teman tuli ataupun dengan teman dengar.
“Ternyata mereka bisa berkomunikasi dengan baik, dan mengerti bahasa bibir” ungkap Tahta (salah seorang siswa SMAN 1) disela-sela jam percakapan pagi dengan anak.
Penggunaan komunikasi oral yang terus dipertahakan di SLB Karya Bakti membuktikan bahwa, anak tuli meski dengan hambatan dengarnya, tetap dapat berkomunikasi dengan siapa saja.
Tentu saja banyak metode yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan anak hambatan dengar, ada oral/ wicara/ ujaran, membaca bibir, komunikasi total/ bahasa isyarat dengan ujaran, tulisan, ataupun hanya dengan isyarat saja, baik BISINDO maupun SIBI.
“Komunikasi adalah bagaimana cara kita menyampaikan pesan atau maksud kepada orang lain dengan media dan cara apa saja” ungkap pak Arya, Guru Kelas D4.
Di SLB Karya Bakti yang masih mempertahankan komunikasi dengan cara oral atau bicara, berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan anak dengan hambatan dengar atau tuli, siap terjun dan berbaur dengan masyarakat yang notabene belum siap dengan bahasa isyarat yang ada dan berkembang di Indonesia saat ini.
“Semoga maksud baik dari intitusi SMAN 1 Wonosobo, yang diwakili oleh siswa-siswanya, dalam mengembangkan sistem robotik untuk memvisualkan ucapan, membatu anak dengan hambatan tuli dalam berkomunikasi, agar nantinya anak-anak semakin tumbuh dan berkembang, dan terlebih siap terjun serta hidup bersama di masyarakat.” Tutup Bapak Kepala Sekolah, Agus Basuki, S. Pd dalam evaluasi bersama hari ini.
Penulis
Antonius Tejo Pranyoto (semestakita)
Guru Kelas D3 & Audiolog SLB Karya Bakti “Don Bosco” Wsb.





