BerandaPengetahuan UmumSejarahMENGENAL LEBIH DEKAT : KI HADJAR DEWANTARA

MENGENAL LEBIH DEKAT : KI HADJAR DEWANTARA

Bismillah…

Siapa yang tidak tahu Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang dirayakan  pada tanggal 2 Mei ? Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal tersebut dengan mengambil hari lahir sosok pahlawan itu.

Baiklah, mari kita kupas bersama sejarah singkat sosok pahlawan tersebut. Dia adalah KI HADJAR DEWANTARA sosok pahlawan Nasional asal Yogyakarta yang berhasil menghantarkan pendidikan untuk pertama kalinya di Indonesia.

Ki Hadjar Dewantara pada tahun 1949
  • Sejarah Singkat Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada 2 Mei 1889 di Yogyakarta.  Soewardi berasal dari lingkungan keluarga bangsawan Kadipaten Pakualaman. Dia merupakan putra dari G.P.H. Soerjaningrat dan cucu dari Paku Alam III.

Sebagai seorang bangsawan Jawa, Soewardi mendapatkan kesempatan belajar di beberapa sekolah terkemuka, dimulai dari Europeesche Lagere School (ELS), “sekolah rendah” untuk anak-anak Eropa. “Sekolah rendah”, itu istilahnya. Tetapi yang dimaksud sebenarnya adalah ‘sekolah dasar’. Ia juga sempat melanjutkan ke School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen (STOVIA) di Jakarta, Namun tidak menyelesaikan pendidikannya di sana karena alasan kesehatan. Walaupun tidak menamatkan Pendidikan di STOVIA, tetapi beliau memilih untuk mengabdikan hidupnya kepada rakyat.

Ia kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis handal. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat anti kolonial bagi pembacanya.

Selain bekerja sebagai seorang wartawan muda, Soewardi juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, Soewardi aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Cipto Mangoenkoesoemo yang nantinya akan dikenal sebagai Tiga Serangkai, Ki Hadjar Dewantara mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka.

Tokoh Tiga Serangkai:
Ki Hadjar Dewantara, Douwes Dekker, dan Cipto Mangunkusumo.

     Pada 3 Juli 1922, ia mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta, sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan memberikan pendidikan kepada rakyat kecil, yang pada masa itu sulit mengakses pendidikan formal. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia  mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwanya.

     Ki Hadjar Dewantara dipercaya oleh presiden Soekarno untuk menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. Melalui jabatannya ini, Ki Hadjar Dewantara semakin leluasa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pada tahun 1957, Ki Hadjar Dewantara mendapatkan gelar Doktor Honori Causa dari Universitas Gajah Mada.

  • Trologi Ki Hadjar Dewantara: Filosofi Pendidikan

     Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai seorang pejuang pendidikan yang menentang sistem pendidikan kolonial Belanda yang diskriminatif. Ia percaya bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh semua kalangan tanpa memandang status sosial. Filosofi dan metode pendidikan yang ia kembangkan menjadi dasar bagi sistem pendidikan nasional Indonesia.

Salah satu warisan terbesar Ki Hadjar Dewantara adalah konsep trilogi semboyannya yang masih dipakai dalam Pendidikan hingga kini, yaitu :

      1. Ing Ngarsa Sung Tuladha (Di depan memberi contoh),
      2. Ing Madya Mangun Karsa (Di Tengah membangun semangat),
      3. Tut Wuri Handayani (Di belakang memberi dorongan).

     Filosofi ini mencerminkan pendekatan Pendidikan yang menyeluruh, dengan pendidik yang mampu menjadi teladan, inspirator dan pendukung bagi murid-muridnya. Perjuangan dan gagasan Ki Hadjar Dewantara dalam membangun Pendidikan berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaaan, menjadikannya sebagai tokoh yang tidak hanya dihormati di Indonesia tetapi juga dikenang sebagai penggerak Pendidikan yang revolusioner.

 

  • Kematian

     Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Kota Yogyakarta pada 26 April 1959, di kediamannya di Padepokan Ki Hadjar Dewantara. Jenazahnya kemudian disimpan di Pendapa Agung Taman Siswa untuk kemudian dimakamkan di Taman Wijaya Brata pada tanggal 29 April 1959. Upacara pemakamannya dipimpin oleh Soeharto yang bertindak sebagai inspektur upacara.

     Karena jasa-jasanya yang telah memberikan banyak sumbangsih bagi pendidikan di Indonesia, pada 16 Desember 1959 yang ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara pada Tanggal 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari Ki Hadjar Dewantara? Dan nilai-nilai yang dapat diteladani darinya?

Kita bisa belajar arti pentingnya pendidikan, kepemimpinan, dan kerendahan hati untuk rakyat. Semangat juang dalam memajukan pendidikan serta memanusiakan manusia, mengajarkan tanggung jawab, dukungan moral dan motivasi untuk belajar. Maka dari itu, ayo kita semua bersemangat dan pasti akan mampu memajukan dalam segala segi termasuk pendidikan ini. Jangan kalah dan tetap rendah hati dengan teman-teman yang lain meski kita punya kekurangan dalam pendengaran. Fighting !!!!! You all can do it, guys !

“Membaca adalah jendela dunia. Tetapi tidak hanya itu, membaca juga adalah sebuah kunci yang dapat membuka pintu-pintu rahasia ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan.” – Kutipan dari Ki Hadjar Dewantara.

 

Sumber :

 

 

Ditulis oleh :

Dewi Tri Murtindah (Lulusan SDLB D-U 2004)

Artikulli paraprak
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

INFO !!

spot_img
spot_img

posting terupdate

Recent Comments

dewi murtindah pada – ASA –
Aning pada – ASA –
Aning pada PENDERITAAN ELIZA
Aning pada TEMPE KEMUL
dewi murtindah pada TEMPE KEMUL
dewi murtindah pada * Pelepasan Kerinduan Kita *
dewi murtindah pada ~Dena Upakara~
Aning pada ~Dena Upakara~
Andre Tjakra (Adeco Bandung dan ketua keluarga ADECO Bandung) pada Reuni Kecil Murid Pertama Saya