BerandaBerita AlmamaterPoltekkes Kemenkes Yogyakarta belajar bersama di SLB Karya Bakti Wonosobo Untuk Pelayanan...

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta belajar bersama di SLB Karya Bakti Wonosobo Untuk Pelayanan Maksimal Pasien Disabilitas Tuli

Bapak Anton Tedjo ( Audiolog ) sedang mengajar para mahasiswa/ i.

 

Hari ini, 201026, SLB Karya Bakti Wonosobo kembali kedatangan tamu dari Poltekes Kemenkes Yogyakarta, Peserta yang berkunjung sejumlah 69 Mahasiswa dan 2 Pendamping, dari Jurusan keperawatan medikal bedah dan keperawatan anak, DIII keperawatan, sarjana terapan, dan sarjana terapan keperawatan.

Bukan sekali ini saja mereka hadir di SLB Karya Bakti, kerjasama dan kunjungan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, dalam rangka pemahaman dan sekaligus pelatihan pelayanan yang maksimal untuk pasien berkebutuhan khusus, terutama pasien tuli.

“Kami hadir disini untuk kesekian kalinya, bahkan setiap tahun kami hadir disini, dengan tujuan utama agar Mahasiswa belajar dan sekaligus berlatih menghadapi pasien disabilitas, terutama disabilitas tuli” ungkap bu Sapta pendamping dan sekaligus Dosen di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Kegiatan diawali dengan acara pembukaan, diisi sambutan dari kepala sekolah SLB Karya Bakti, Bp Agustinus Suka Basuki, S. Pd dan ketua Yayasan Karya Bakti Bruder Lukas Subiyatno, FC, sekaligus sambutan dari pihak Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang diwakili oleh Ibu Sapta Rani.

Setelah acara pembukaan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Karekteristik peserta didik disabilitas tuli dan Pengenalan metode komunikasi dari narasumber Bp Antonius Tejo Pranyoto, selaku Audiolog di SLB Karya Bakti Wonosobo.

Setelah tanya jawab dan break, Mahasiswa melaksanakan kegiatan observasi aktivitas pembelajaran dan interaksi langsung dengan peserta didik dari kelas persiapan 1 – SMP.

“Mereka hidup dalam kesunyian tetapi menyala dalam kehidupan” ungkap Gia Mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

“Ternyata bukan hanya ilmu pengetahuan yang diajarkan disini, tetapi juga keterampilan dan persiapan hidup apabila nantinya anak tuli yang sekolah disini tidak melanjutkan ke jenjang yan lebih tinggi, jadi mereka siap untuk terjun dan bersaing di masyarakat” ungkap Dina Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, di sesi evaluasi dan refleksi.

Kegiatan ditutup dengan refleksi dan evalasi serta kata penutup dari kepala sekolah SLB Karya Bakti Bp Agustinus Suka Basuki S. Pd “Anak-anak kami memang tuli atau tidak mendengar, tetapi dalam kesunyiannya mereka mengukir sejarah dan perjalanan mereka dengan menuntut ilmu di sekolah ini dan sekaligus mempersiapkan diri untuk terjun dan melanjutkan kehidupannya di masyarakat, jadi bukan hanya ilmu pengetahuan yang mereka pelajari disini, tetapi juga ketrampilan sebagai bekal hidup nantinya di masyarakat.” tutup kepala sekolah sebelum melepas civitas akademi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Terimakasih Civitas Akademi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta sudah menjadi Teman Dengar bagi Teman Tuli di SLB Karya Bakti-don Bosco Wonosobo.

“Dalam kesunyian dan keramain, mari kita bangun dunia menjadi lebih baik dan peka”

 

Antonius Tejo Pranyoto.
Audiolog

Guru kelas Dasar 3

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

UCAPAN

spot_img

Most Popular

Recent Comments

dewi murtindah pada – ASA –
Aning pada – ASA –
Aning pada PENDERITAAN ELIZA
Aning pada TEMPE KEMUL
dewi murtindah pada TEMPE KEMUL
dewi murtindah pada * Pelepasan Kerinduan Kita *
dewi murtindah pada ~Dena Upakara~
Aning pada ~Dena Upakara~
Andre Tjakra (Adeco Bandung dan ketua keluarga ADECO Bandung) pada Reuni Kecil Murid Pertama Saya