HomeBerita AlumniPerjalanan Pendidikan dan Karier Eki

Perjalanan Pendidikan dan Karier Eki

      Nama Rizky Agustino Rafael, atau yang akrab disapa Eki mulai mencuri perhatian ketika berhasil meraih Juara Pertama dalam Sayembara Desain Logo MSMP. Pada ajang yang sama, Jeffrey meraih Juara Kedua dan Wildan menempati Juara Ketiga. Melalui karyanya, Eki menunjukkan bakat, kreativitas, dan kemampuan desain yang luar biasa sehingga layak mendapatkan apresiasi dari banyak pihak.

     Di balik prestasi tersebut, tersimpan perjalanan hidup yang penuh perjuangan, ketekunan, dan semangat untuk terus berkembang. Siapakah sebenarnya Eki? Bagaimana perjalanan pendidikannya sebagai seorang Tuli hingga berhasil menyelesaikan studi di perguruan tinggi dan kini berkarier di perusahaan nasional? Melalui artikel ini, kita akan mengenal lebih dekat sosok Eki, perjalanan hidupnya, serta inspirasi yang dapat dipetik dari perjalanan hidupnya.

      Eki, lahir di Lumajang, Jawa Timur pada 23 Agustus 1992. Sejak kecil, ia telah menunjukkan semangat yang besar untuk belajar dan berkembang. Perjalanan pendidikannya dimulai di SLB/B Don Bosco,Wonosobo pada tahun ajaran 1999/2000 ketika ia masuk jenjang TKLB. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama hingga lulus SDLB pada tahun ajaran 2007/2008. Saat itu, kepala sekolah yang memimpin adalah Bapak Soeratno atau yang akrab disapa dengan nama Pak Ratno. Jumlah siswa di kelas Eki sekitar 14 siswa.

      Setelah menyelesaikan pendidikan di SLB/B Don Bosco, Eki melanjutkan sekolah di sekolah umum. Ia bersekolah di SMP Negeri 27 Surakarta, kemudian melanjutkan ke SMK Farmasi Nasional Surakarta. Semangat belajar yang tinggi membawanya melanjutkan pendidikan ke Universitas Brawijaya, Malang, hingga berhasil meraih gelar sarjana.

     Keputusan Eki untuk melanjutkan pendidikan di sekolah umum mendapat dukungan penuh dari orang tuanya. Mereka selalu memberikan motivasi agar Eki terus bersemangat dalam belajar. Meski menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal komunikasi, para guru dan pihak sekolah berusaha memberikan dukungan sehingga ia dapat mengikuti proses belajar dengan baik hingga lulus.

    Pengalamannya di SMP terasa cukup menyenangkan karena ia mendapat kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuanya. Saat duduk di bangku SMP, Eki berhasil meraih peringkat pertama di sekolahnya. Ketika melanjutkan ke SMK, ia menghadapi lingkungan belajar yang lebih menantang dengan tuntutan akademik yang berbeda. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Dengan kerja keras dan tekad yang kuat, ia mampu menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

     Selama bersekolah di sekolah umum, Eki harus menghadapi berbagai penyesuaian. Salah satu tantangan yang terbesar adalah komunikasi dengan guru dan teman-teman yang sebagian besar tidak memahami bahasa isyarat. Selain itu, ia juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami materi pelajaran, serta menghadapi berbagai tugas dan ujian. Meskipun tidak mudah, ia terus belajar menyesuaikan diri dan berusaha mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya. Bertahan menghadapi semua tantangan hingga berhasil menyelesaikan pendidikannya.

      Untuk mengatasi berbagai kesulitan tersebut, Eki berusaha untuk tidak minder dan selalu percaya pada kemampuan dirinya. Ia aktif mencari cara agar dapat memahami pelajaran dan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Ketika mengalami kesulitan, ia tidak ragu meminta bantuan kepada guru, teman, maupun keluarga yang selalu memberikan dukungan dan motivasi. Berkat semangat pantang menyerah dan bantuan dari orang-orang di sekitarnya, ia mampu melewati berbagai tantangan selama menempuh pendidikan di sekolah umum.

      Banyak pengalaman berkesan yang ia peroleh selama bersekolah. Eki senang dapat bertemu dan bergaul dengan teman-teman baru, belajar bersama, mengerjakan tugas kelompok, serta mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Ia juga merasa terbantu oleh guru-guru yang memahami kondisinya dan memberikan dukungan selama proses belajar. Selain pengalaman yang menyenangkan, berbagai pengalaman yang kurang menyenangkan juga menjadi pelajaran berharga yang membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan percaya diri.

      Saat ini, Eki tinggal di Kota Surakarta (Solo) bersama istrinya, Yessica, yang juga merupakan alumni SLB/B Dena Upakara. Dari pernikahan mereka, Eki dan Yessica telah dikaruniai seorang putra yang kini berusia 18 bulan. Dalam kehidupan profesionalnya, Eki bekerja di PT Pertamina (Persero) pada bagian administrasi. Sebelum menetap di Solo, ia sempat tinggal di Jakarta selama kurang lebih empat tahun untuk bekerja di perusahaan yang sama.

     Perjalanan untuk memperoleh pekerjaan tersebut tentu tidak mudah. Eki harus melalui berbagai tahapan, mulai dari memenuhi persyaratan, mengikuti proses seleksi, hingga membuktikan kemampuan yang dimilikinya. Di dunia kerja, ia menghadapi tantangan yang tidak jauh berbeda dengan yang dialaminya saat bersekolah, terutama dalam hal komunikasi dan penyesuaian diri di lingkungan yang mayoritas tidak menggunakan bahasa isyarat. Namun, dengan rasa percaya diri, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan dari rekan-rekan kerja, Eki mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Namun, dengan rasa percaya diri, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan dari rekan kerja, Eki mampu menjalankan pekerjaannya dengan baik. Hingga saat ini, ia telah bekerja di Pertamina selama sekitar empat tahun.

      Melalui perjalanan hidupnya, Eki ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman Tuli yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah umum. Menurutnya, jangan pernah putus asa dan jangan merasa rendah diri. Setiap orang harus memiliki mental yang kuat, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta terus berusaha menghadapi setiap tantangan. Dukungan keluarga dan doa juga menjadi kekuatan penting dalam perjalanan meraih cita-cita.

     Eki percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan mencapai cita-cita. Ketulian bukanlah halangan untuk belajar, berkembang, dan berprestasi. Dengan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, semua impian dapat diwujudkan.

“Ketulian bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan semangat, kerja keras, dan keyakinan pada diri sendiri, setiap orang dapat mencapai kesuksesan dan membuktikan bahwa Tuli juga mampu berprestasi di mana pun berada.”

—————————-

Ditulis oleh Enny Suharto (Onik), Alumni DU 1987
Berdasarkan hasil wawancara dengan Eki

Previous article
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INFO LAMARAN PEKERJAAN

spot_img

INFO !!

spot_img
spot_img

posting terupdate

Recent Comments

dewi murtindah on – ASA –
Aning on – ASA –
Aning on TEMPE KEMUL
dewi murtindah on TEMPE KEMUL
dewi murtindah on * Pelepasan Kerinduan Kita *
dewi murtindah on ~Dena Upakara~
Aning on ~Dena Upakara~
Andre Tjakra (Adeco Bandung dan ketua keluarga ADECO Bandung) on Reuni Kecil Murid Pertama Saya