Pagi itu, tanggal 10 Mei 2026, kami tiba lebih awal di pekarangan depan SLB/B Dena Upakara. Saat itu sekitar pukul 08.30. Kami datang untuk rapat tahunan yang akan dimulai pukul 09.00. Sr. Agnes dan Bu Tumir menyambut kami dengan ramah. Ada juga Momi, Rotua bersama suami, serta beberapa teman lainnya. Kami saling bersalam dan menyapa kemudian ruang pertemuan bersama-sama. Di sana, Sr. Antonie sudah menunggu dan menyambut peserta. Kami pun kembali bersalaman dengan Sr. Antonie dan teman-teman yang sudah datang lebih dulu di ruangan itu.
Sebelum rapat dimulai, Bu Tumir memimpin doa bersama Sumber foto: Onik
Seperti biasa, Sr Antonie mengadakan pertemuan setahun sekali di SLB/B Dena Upakara. Jauh hari sebelumnya, beliau telah mengirim undangan kepada beberapa pengurus MSMP untuk menghadiri pertemuan tahunan. Agenda rapat meliputi laporan perkembangan MSMP, laporan keuangan, laporan dari tim administrasi web, hingga hasil sayembara desain logo MSMP. Pada waktu yang sama, diadakan juga pertemuan tahunan untuk ketua ADECO dari 11 wilayah. Para ketua ADECO wilayah hadir, meskipun ada beberapa perwakilan. Namun, hanya ketua ADECO Salatiga yang tidak hadir dan tidak mengirimkan wakilnya.
Acara pembuka dimulai dengan kata sambutan dari Sr Antonie, yang memaparkan susunan acara rapat hari itu. Dalam sambutannya, beliau sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap alumni DB yang dinilai masih kurang aktif dalam menulis dibandingkan alumni DU. Sr Antonie berharap alumni DB bisa lebih hebat menulis untuk MSMP, tidak hanya mahir di bidang komputer. Sebaliknya, alumni DU juga diharapkan belajar menggunakan komputer sehingga tercipta keseimbangan kemampuan antara alumni DU dan DB.
Rapat juga membahas biaya teman-teman hotel yang hadir ke rapat tahunan. Ternyata sebagian besar peserta menggunakan dana pribadi. Sr Antonie memuji mereka karena telah beramal dengan menggunakan dana sendiri, padahal seharusnya mereka bisa mengambil dari kas Adeco atau MSMP sesuai SOP. Kemudian dibahas pula perlunya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk admin Grup WhatsApp GAI yang semakin berkembang dengan jumlah anggota yang terus bertambah, tujuan agar grup lebih teratur dan terhindar dari tabrakan.
Setelah Perayaan selesai, tim MSMP berangkat ke ruang kelas 4 untuk mengadakan pertemuan khusus staf MSMP. Hadir pula Eki sebagai pemenang desain logo MSMP. Rapat tersebut dilakukan untuk membahas laporan dan hasil akhir sebelum dipresentasikan. Sementara itu, Sr Antonie dan peserta lainnya tetap berada di ruang utama untuk pertemuan bersama 12 ketua wilayah Adeco, tanpa perwakilan dari Salatiga. Pukul 12.00, rapat staf MSMP selesai dan seluruh peserta kembali berkumpul di ruang pertemuan untuk makan siang bersama. Hidangan nasi rawon lezat yang diolah oleh tim kuliner Protecda menambah kehangatan suasana siang itu.
Suasana ketika jam istirahat makan siang Sumber foto: Onik
Pukul 12.45 rapat kembali dilanjutkan. Tim MSMP bersama 12 ketua wilayah duduk di meja yang ditata menghadap Sr Antonie. Hadir pula Sr Agnes, Sr Patricia, Bu Tumir, dan Br Okta. Kesempatan pertama diberikan kepada Bu Dita selaku ketua redaksi MSMP untuk memberikan salam pembuka sekaligus menjelaskan kilas balik perjalanan MSMP. Dalam percakapannya, Bu Dita mengungkapkan pengungkapannya terhadap menurunnya minat pembaca ADECO serta berkurangnya jumlah donasi bagi MSMP, padahal dana tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung operasional. Bu Dita juga berharap MSMP dapat terus berkembang dan bertahan dalam jangka panjang sehingga dukungan dana dari teman-teman ADECO sangat diperlukan. Kemudian Bu Dita mempersilakan Vivin sebagai sekretaris MSMP menulis laporan mengenai MSMP, kegiatan para jurnalis, penulis lepas serta jumlah tulisan yang dimuat di MSMP.
Bu Dita sebagai ketua redaksi MSMP memberi kata Berbagai Sumber foto: Onik
Momi sebagai bendahara MSMP menyampaikan laporan keuangan MSMP Sumber foto: Onik
Setelah itu, Momi selaku bendahara MSMP maju menyampaikan laporan keuangan secara terbuka dan jelas. Ia menunjukkan adanya penurunan kondisi keuangan MSMP yang cukup signifikan karena pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan selama tahun 2025 hingga pertengahan 2026 ini. Laporan kemudian dilanjutkan oleh Huda selaku ketua tim administrasi web MSMP yang memaparkan grafik perkembangan tampilan dan jumlah pembaca situs web dari tahun 2024 hingga 2026. Terlihat bahwa jumlah pengunjung yang hanya membuka situs MSMP tanpa membaca jauh lebih banyak daripada pengunjung yang benar-benar membaca itu. Diharapkan, jumlah pembaca serius dapat terus meningkat sehingga situs web MSMP semakin dikenal luas. Selain itu, diharapkan juga tersedia dana untuk meningkatkan layanan situs web MSMP.
Agenda terakhir menjadi salah satu sesi yang paling menarik, yaitu presentasi hasil sayembara desain logo MSMP yang disampaikan oleh Adi selaku ketua panitia sayembara tersebut. Adi menjelaskan mulai dari latar belakang perlunya mengganti logo MSMP hingga presentasi hasil desain akhir logo yang dimenangkan oleh Eki. Sempat dilakukan desain ulang logo setelah dua kali diskusi internal melalui Zoom. Empat tahap desain logo MSMP ditampilkan satu per satu, mulai dari desain awal hingga versi final. Para ketua ADECO kemudian diminta memberikan komentar dan masukan. Sebagian peserta menyatakan lebih menyukai desain tanpa lengkungan, sehingga Sr Antonie terlebih dahulu menjelaskan makna filosofi desain baru yang melengkung agar dapat dipahami sebelum dilakukan pemilihan. Dijelaskan bahwa bentuk yang melengkung seperti cincin memiliki makna setia sampai mati.

Sumber foto: Adi
Proses voting yang memilih desain nomer 2 Sumber foto: Clara
Proses voting yang memilih desain nomer 3 Sumber foto: Clara

Sumber foto: Clara
Akhirnya, pilihan dipersempit menjadi dua desain, yaitu desain nomor 2 yang mendatar dan desain nomor 3 yang melengkung. Voting pun dilakukan untuk menentukan desain final. Hasil voting menunjukkan mayoritas peserta memilih desain nomor 3 dengan total 15 suara, sedangkan desain nomor 2 memperoleh 6 suara. Dengan demikian, Bu Dita secara resmi mengesahkan desain nomor 3 sebagai logo baru MSMP. Sesuai masukan dari Benny, desain nomor 2 masih dapat digunakan untuk kebutuhan lain seperti Grup WhatsApp, YouTube, TikTok, maupun media sosial lainnya, sedangkan desain nomor 3 difokuskan sebagai logo resmi MSMP. Kedua logo tersebut hanya boleh digunakan oleh kalangan ADECO saja. Kini, MSMP akhirnya memiliki logo baru yang merupakan karya asli keluarga ADECO dan bersifat orisinal.

Sumber foto: Onik

Sumber foto: Clara

Desain logo oleh Eki
Menjelang akhir rapat, terjadi momen yang sangat mengharukan. Momi bangkit untuk menyerahkan amplop berisi honor sebesar Rp1.200.000 secara tunai kepada Sr Antonie selaku editor MSMP. Hal ini dilakukan karena Sr Antonie tidak memiliki rekening bank dan belum menerima honor sejak MSMP kembali aktif pada tahun 2024. Namun, dengan rendah hati Sr Antonie menolak menerima honor tersebut. Beliau mengatakan bahwa semua yang dilakukannya adalah bentuk pelayanan dan amal. Akhirnya, uang tersebut diputuskan untuk disumbangkan kembali kepada MSMP. Terima kasih sebesar-besarnya untuk Sr Antonie atas segala perjuangan, perhatian, dan pengabdiannya bagi MSMP selama ini. Semoga MSMP semakin maju dan terus berkembang melalui semangat pelayanan yang telah beliau teladankan.

Sumber foto: Clara
Kabar baik pun datang di penghujung rapat. Sr Antonie menyampaikan bahwa MSMP menerima sumbangan sebesar Rp10.000.000 dari seorang teman beliau di Belanda. Mendengar kabar tersebut, seluruh peserta spontan bertepuk tangan meriah. Sungguh menjadi kabar menggembirakan di tengah kondisi kas MSMP yang mulai menurun. Kemudian, ada juga acara serah terima. Bu Dita menyerahkan HP khusus MSMP kepada Vivin, sekretaris baru yang menggantikan Bu Aning yang mengundurkan diri. Lalu, Br. Okta memberikan piagam penghargaan kepada Ketua Panitia Reuni 2025, yaitu Andre, yang diwakilkan oleh temannya. Henry dan Putut juga menerima piagam penghargaan.

Sumber foto: Clara
Rapat tahunan akhirnya ditutup sekitar pukul 15.00 sore itu, dengan suasana penuh kegembiraan dan doa bersama yang dipimpin oleh Sr. Agnes. Risoles dan minuman hangat yang disuguhkan menambah suasana akrab sore itu. Sebelum pulang, semua peserta menyempatkan diri berfoto bersama di lapangan rumput SLB/B Dena Upakara. Setelah itu, kami saling berpamitan dan pulang dengan hati gembira serta penuh harapan baru untuk perjalanan MSMP ke depan.
———–
Ditulis oleh Enny Suharto (Onik), Alumni DU 1987












