Setiap tanggal 31 Januari merupakan peringatan Santo Yohanes Bosco (Don Bosco), yang juga merupakan Santo Pelindung bagi LPATR Don Bosco Wonosobo. Tahun 2026 ini, pesta pelindung LPATR Don Bosco Wonosobo dirayakan dengan misa syukur dan pentas seni. Seperti biasanya, LPATR Don Bosco Wonosobo juga mengundang Keluarga Besar LPATR Dena Upakara untuk merayakan pesta tersebut bertempat di Bangsal Asrama 1 LPATR Don Bosco, Wonosobo.
Misa dipersembahkan oleh RP. Matheus Widyolestari, MSC. Dalam misa tersebut, salah seorang siswa, yakni ananda Laurentius Samuel Widiyanto, murid Kelas Dasar 3 diperkenankan menerima Komuni Pertama didampingi oleh orang tuanya. Misa berjalan dengan lancar. Paduan suara dibawakan oleh para guru dan tendik LPATR Don Bosco, dibantu oleh para frater projo dari Wisma Anging Mamiri (Keuskupan Makasar) yang sedang live in di LPATR Don Bosco.

Selesai misa dan sambutan-sambutan, acara ini pun dilanjutkan dengan pentas seni. Para siswa dari berbagai jenjang baik dari Don Bosco maupun Dena Upakara menampilkan berbagai tarian, sandiwara, maupun pantomim yang sangat menarik. Acara berlangsung meriah dibuktikan dengan sorak sorai dari penonton saat melihat persembahan dan penampilan karya seni para siswa-siswi tersebut.
Perayaan tahun ini membawa kesan yang hangat dan makin mengembangkan kebersamaan antara Don Bosco dan Dena Upakara. Seperti homili RP. Matheus Widyolestari, MSC pada saat misa, Santo Yohanes Bosco menjadi contoh perpanjangan kasih Allah kepada kita terutama anak-anak dan kaum muda. Para bruder, para suster, para guru, para pengasuh, para karyawan, para orang tua/wali murid, dan para murid juga harus saling mengasihi dan menjadi perpanjangan kasih Allah. Hal ini tercermin dalam kebersamaan dalam pesta Santo Don Bosco ini, selain juga harus dilaksanakan dalam kehidupan setiap hari. *****



Penulis:
Maria Kristina Yuliastuti
(Guru Artikulasi LPATR Don Bosco).





