Memasuki bulan September, yang adalah Bulan Kitab Suci Nasional, Komunitas St. Petrus menyiapkan rencana kegiatan ziarah Porta Sancta Yubileum pada tgl 5-7 September. Mereka sejak bulan Agustus sudah mengajukan permohonan audiensi kepada Pimpinan Pasdif Keuskupan Surabaya yakni Romo Leo, yang langsung merespon untuk menyiapkan materi Porta Sancta untuk teman-teman tuli katolik.
Enam tempat ziarah Porta Sancta Yubileum sudah ditentukan, yakni:
-
- Gereja katedral Hati Kudus Yesus – Surabaya
- Gereja Kristus Raja – Surabaya
- Gereja St. Willibrordus – Cepu
- Gua Maria Sendanghardjo – Blora
- Gereja St. Cornelius – Madiun
- Rumah Retret Domus Mariae Sarangan – Magetan (Non Porta Sancta)
Acara diawali dengan sakramen pengakuan dosa sebelum menjalani ziarah Porta Sancta di gereja paroki masing-masing.
Lalu pada hari pertama ziarah, tgl 5 Sept pagi, kami pun bersiap-siap berkumpul di Gereja Katedral Hati Kudus Yesus, dimulai jam 08.00 pagi. Namun dua orang teman tuli berhalangan karena sibuk bekerja jadi mereka telat hadir. Di Gereja Kristus Raja acara dimulai jam 09:30, lalu dilanjutkan makan siang. Kemudian kami berangkat ke Cepu dengan naik mobil sejumlah 2 unit, dan beriringan bersama-sama sampai di Gereja St.Willibrordus. Di Gereja tsb acara dimulai jam 14.30.

Setelah itu kami berkunjung ke rumah penginapan milik salah seorang senior Adeco bernama Pak Awanto asal Rembang. Di situ ia melayani dengan ramah 10 orang tamu peziarah yang akan menginap 1 malam. Kemudian kami makan malam di luar penginapan, yakni di dekat Alun-alun. Setelah makan malam, kami ke penginapan dan mulai berdoa rosario bersama-sama, lalu istirahat karena besok pagi kami harus bersiap-siap berangkat ke Blora menuju ke Gua Maria: Sendanghardjo.

Pada hari kedua, tgl 6 September, jam 07:30 pagi kami berangkat dari Rembang ke Blora, ke Gua Maria: Sendanghardjo. Disitu kami menunggu sampai agak siang sebelum akhirnya mendapat stempel ke paspor yubileum dari petugas yang berwenang, dan kemudian jam 11 siang kami berangkat ke Madiun menuju Gereja St. Cornelius. Acara di situ mulai jam 14:00, namun kami terlebih dulu mampir ke warung pojok nasi pecel yang sangat terkenal, terenak, dan terlaris di kota itu.

Jarak dari Blora ke Madiun ditempuh selama 2,5 jam. Di Madiun, seusai kegiatan ziarah yubileum kami melanjutkan perjalanan ke Magetan, yakni ke Domus Mariae Sarangan. Setelah tiba di Magetan jam 15:30, kami menikmati udara sejuk pengunungan mirip di Wonosobo, kami berjalan kaki dari Domus Mariae untuk melihat pandangan indah Gunung Lawu dan Telaga Sarangan sampai sore. Setelah santap malam, kami berkumpul berdoa rosario bersama di kapel sebelum tidur.

Pada hari ketiga tgl 7 September pagi, kami disambut dengan keindahan matahari terbit, lalu setelah makan pagi, kami pun boleh melakukan kegiatan bebas sampai siang jam 11 siang, untuk mengikuti misa Ekaristi dan penutupan acara ziarah Porta Sancta Yubileum ini. Kami pun bersalaman pamit ke Romo dan petugas Domus Mariae dan berfoto bersama-sama sebelum pulang ke rumah masing- masing.
Penulis: Antonius Widi – Alumni DB Th. 2008





