Minggu, Maret 1, 2026
No menu items!
spot_img
BerandaBerita AlumniPERJALANAN SOSIAL KE CITAYAM MENENGOK ELIZA

PERJALANAN SOSIAL KE CITAYAM MENENGOK ELIZA

      Syukurlah pagi ini awan hitam telah pergi, langit pun menjadi biru cerah setelah beberapa hari terakhir hujan terus mengguyur tanpa henti. Sesuai janji, pada hari Selasa, 2 Februari 2026, Akiun dan Wan berangkat ke Stasiun Rawa Buaya. Di sana kami menunggu Dewi Natalia agar bisa berangkat bersama menuju Citayam. Evi sudah tiba di sana lebih dulu menunggu kedatangan kami, karena rumah Evi lebih dekat Citayam bila naik kereta ke arah Bogor, sekitar 20 menit bisa sampai tanpa perlu naik turun stasiun untuk ganti kereta. Sedangkan kami bertiga berangkat dari stasiun Rawa Buaya harus ganti kereta 2x hingga sampai tujuan, yaitu  di Stasiun Duri dan di Stasiun Manggarai, barulah sampai di Stasiun Citayam. Kami sempat kuatir akan nyasar, untung dibantu oleh keluarga yang baik hati sehingga kami tidak nyasar.

       Kami berempat merupakan bagian dari tim Pelayanan Sosial ADECO Jabodetabek. Kami membawa sembako hasil urunan kami berlima, meski tiga orang tidak dapat ikut serta, dan tambahan sembako dari LDD Gereja Katedral. Tujuan kami adalah menjenguk Eliza di Citayam, yang sudah lama menderita stroke. Eliza merupakan satu angkatan dengan Anie, June, dan lainnya. Kunjungan ini berawal dari pesan Wawan, suami Eliza, yang menyampaikan kebutuhan mereka akan beras. Kondisi ekonomi keluarganya memang sudah lama sulit, ditambah Eliza yang sakit stroke. Penghasilan Wawan sebagai pemulung sering kali tidak mencukupi kebutuhan makan sehari-hari.

       Karena kesibukan Dewi mengurus rumah tangga, ditambah terjebak kemacetan saat diantar suaminya, ia baru tiba di stasiun bertepatan dengan kedatangan kereta ketiga. Sambil berkomunikasi lewat WhatsApp, Dewi celingak-celinguk mencari kami. Kami pun segera melambaikan tangan ke arahnya, dan akhirnya kami bisa bertemu. Tanpa menunda waktu, kami buru-buru naik kereta agar tidak tertinggal lagi seperti dua kereta sebelumnya.

       Sementara menunggu kedatangan Akiun, Wan, dan Dewi duduk – duduk di Stasiun Citayam, tetapi Evi pergi ke pasar yang lokasinya tidak jauh dari stasiun. Ia berbelanja telur ayam 1 kg, sayur-sayuran untuk dimasak di rumah Eliza, seperti sayur sop sesuai permintaan Eliza, serta beberapa kebutuhan sembako lainnya. Setelah kami tiba di Citayam, Akiun membaca pesan di grup WhatsApp pelayanan sosial dan mengetahui bahwa Evi sedang berada di pasar. Karena Akiun tahu lokasi pasar tersebut, kami bertiga : Akiun, Wan, dan Dewi—langsung menyusul Evi. Tak lama kemudian, kami pun akhirnya berkumpul lengkap berempat.

       Akiun bersama Dewi dan Evi pun berkeliling pasar untuk melengkapi belanjaan yang masih kurang, sementara Wan beristirahat duduk di satu tempat sambil menjaga sebagian sembako yang kami bawa dari Jakarta di area lobi pasar. Total lama perjalanannya 2 jam dari stasiun Rawa Buaya, belanja di pasar hingga akhirnya sampai rumah Eliza.

Berempat naik GoCar menuju ke rumah Eliza

      Singkat cerita, setelah semua belanjaan lengkap, Akiun memesan GoCar menuju rumah Eliza. Di dalam mobil, Akiun menghubungi Wawan agar menunggu kami di pinggir jalan raya untuk membantu membawa sembako yang berat. Setibanya di sana, Wawan dengan sigap membantu mengangkat sembako ke rumah. Kami pun menyapa Eliza dan berbincang sejenak. Eliza tampak bahagia bisa bertemu kembali dengan kami, setelah pertemuan terakhir bersama Sr. Antonie, Sr. Cecil, dan Sr. Agnes dari tim Pelayanan Sosial ADECO Jabodetabek  tujuh bulan yang lalu pada 27 Juli 2025, sesuai dengan artikel kami pada majalah di MSMP yang lalu, judulnya Kunjungan Sosial Bersama Sr. Antonie, Sr. Cecilia dan Sr. Agnes

Suasana di kereta setelah pulang dari rumah Eliza

Sebelum berpisah, kami makan malam bersama di Restoran Bakmi Kelinci

       Karena hari sudah mulai sore dan kami khawatir kereta akan penuh pada jam pulang kerja, kami pun berpamitan kepada Eliza dan Wawan untuk kembali ke Jakarta. Dalam perjalanan pulang, kami menyempatkan diri makan malam di Restoran Bakmi Kelinci yang tidak jauh dari Gereja Katedral dan Stasiun Juanda, mengingat sejak siang kami belum sempat makan. Setelah makan malam, kami pun berpencar dan pulang ke rumah masing-masing.

 

Ditulis oleh Agustini Hasan (Akiun), Alumni DU 1987

ADECO Jabodetabek

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

INFO !!

spot_img
spot_img
- Advertisment -spot_img

posting terupdate

Recent Comments

dewi murtindah pada – ASA –
Aning pada – ASA –
Aning pada PENDERITAAN ELIZA
Aning pada TEMPE KEMUL
dewi murtindah pada TEMPE KEMUL
Aning pada Kisah Seorang Mirmo
dewi murtindah pada EDITORIAL
dewi murtindah pada EDITORIAL
dewi murtindah pada * Pelepasan Kerinduan Kita *
dewi murtindah pada ~Dena Upakara~
Aning pada ~Dena Upakara~
Andre Tjakra (Adeco Bandung dan ketua keluarga ADECO Bandung) pada Reuni Kecil Murid Pertama Saya
Rudianto pada EDITORIAL
Rudianto pada EDITORIAL
Tabita Setyowati pada EDITORIAL
error: Content is protected !!