Minggu pagi, 18 Januari 2026, pukul 06.00, saya dan Riyanti sudah berkumpul di SLB/B Dena Upakara – Wonosobo. Udara pagi masih terasa sejuk ketika kami bersiap untuk perjalanan hari itu. Tepat pukul 06.45, kami berangkat bersama—Sr. Antonie, Lilis, Riyanti, dan seorang sopir—menuju Salatiga untuk menghadiri acara Pelantikan Pengurus Baru Adeco Salatiga.

Setibanya di Pendopo Desa Wisata Kreatif Bawen, tempat acara berlangsung, kami melakukan absensi, mengisi daftar hadir, serta membayar konsumsi yang berupa snack dan makan siang. Acara kemudian dibuka dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” yang menambah suasana khidmat dan penuh semangat.
Selanjutnya, acara inti pelantikan pengurus baru Adeco Salatiga pun dimulai. Susunan pengurus yang dilantik adalah:
- Ketua: Vincent Wijaya Adiguna
- Wakil Ketua: Noviar Fandy Yoga Pratama
- Sekretaris:
-
-
- Fenny Ayuningtyas
- Dwi Ariyantiningsih ( Arid )
-
- Bendahara:
-
-
- Anita Anggraeni
- Gregorius Katon Wicaksono
-

Setelah upacara pelantikan selesai, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan makan siang bersama. Dalam hati, saya mendoakan agar para pengurus baru ini dapat menjalankan tugas mereka dengan baik dan sukses selama empat tahun ke depan. Suasana semakin meriah dengan adanya acara hiburan dan pembagian door prize. Terdapat sekitar 40 hadiah yang dibagikan kepada para pemenang. Sayangnya, ada beberapa nomor yang dipanggil namun pemenangnya tidak hadir, sehingga hadiah tersebut terpaksa hangus

Setelah acara pelantikan Adeco Salatiga selesai, kami melanjutkan perjalanan untuk menengok mbak Partinah, yang biasa kami panggil Tinah, di rumahnya. Pak Wiwit, suami mbak Tinah, serta Bu Marsih yang juga hadir dalam acara pelantikan—ikut bersama kami. Sesampainya di rumah mbak Tinah, hati saya sedih dan prihatin melihat keadaannya. Mbak Tinah tampak menahan rasa sakit. Ia baru menjalani operasi tangan empat hari sebelumnya akibat patah tulang. Mbak Tinah bercerita bahwa tangannya terasa sangat nyeri setelah menjalani operasi pemasangan pen pada tulang yang patah di lengan atas dekat bahu kiri.


Patah tulang di tangan mbak Tinah disebabkan oleh sebuah kecelakaan. Saat itu, sebuah mobil yang hendak berbelok melaju terlalu mepet hingga menyerempet sepeda motor yang ditumpangi mereka berdua, padahal mereka sedang berhenti di pinggir jalan dalam perjalanan menuju tempat kerja di sebuah Sekolah Dasar di Salatiga. Syukurlah, pengemudi mobil tersebut mau bertanggung jawab dengan memberikan sejumlah uang untuk membantu biaya pengobatan tangan Tinah.

Kami menghibur, menguatkan, dan mendoakan mbak Tinah agar lekas sembuh, sehingga tangannya dapat pulih kembali seperti sedia kala. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih memberi mereka kekuatan, penghiburan, dan perlindungan dalam menghadapi setiap tantangan hidup. Setelah selesai menjenguk dan berpamitan, kami pun pulang.
Hari sudah beranjak sore, kami menutup rangkaian kegiatan hari itu dengan penuh kenangan, rasa haru, dan doa yang kami panjatkan.
Ditulis oleh Lilis — Alumni DU 1987
ADECO Wilayah Kedu





