BerandaBerita AlumniMENJENGUK SR. ANTONIE DI RS ELIZABETH

MENJENGUK SR. ANTONIE DI RS ELIZABETH

       Hari Senin pagi, 26 Januari 2026 kemarin, saya mendapat kabar bahwa Sr. Antonie sedang dirawat di Rumah Sakit Elizabeth, Semarang. Kabar baiknya, keesokan hari beliau sudah diperbolehkan pulang. Karena itu, saya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjenguk beliau. Siang itu saya pun menghubungi Erna untuk mengajak Erna menjenguk Sr. Antonie bersama. Erna dengan senang hati bersedia, lalu Erna pun mengajak Sr. Magda.

       Sesuai dengan janji, sorenya sekitar pukul 17.00 sore, saya bersama Erna, Rudy (suami Erna), dan Sr. Magda berangkat menuju Rumah Sakit Elizabeth. Kami menemui Sr. Antonie di ruang Xaverius 206, tempat beliau dirawat. Saat itu Sr. Antonie sedang sendirian di kamar dan tampak sangat senang ketika melihat kami datang. Sebagai catatan, Rumah Sakit Elizabeth menetapkan jam besuk siang pukul 10.00–12.00 dan jam besuk malam pukul 17.00–19.00, sehingga kami memilih datang pada waktu besuk sore.

      Saya sempat bertanya kepada Sr. Antonie, “Sakit apa, Suster? Benarkah lututnya bermasalah?” Beliau menjawab bahwa yang dialaminya adalah saraf terjepit, sementara kondisi kesehatan lainnya baik-baik saja—tidak ada masalah dengan kolesterol, darah tinggi, gula darah, maupun asam urat.
Sr. Antonie kemudian bercerita bahwa kondisi saraf terjepit ini berkaitan dengan operasi lutut yang pernah dijalaninya pada tahun 2001. Saat itu dokter menyarankan operasi pada kedua lutut sekaligus, tetapi Sr. Antonie memilih satu lutut terlebih dahulu karena khawatir akan risikonya. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya tahun 2011, barulah lutut yang satunya dioperasi.
Seiring berjalannya waktu, beban tubuh yang tidak seimbang saat berjalan diduga menyebabkan saraf terjepit tersebut. Untuk penanganannya, keesokan pagi Sr. Antonie dijadwalkan menjalani tindakan Radio Frequency Ablation atau suntik RF, yaitu prosedur medis minim invasif untuk mengatasi nyeri kronis dengan menggunakan gelombang radio yang menghasilkan panas.

Sebelum kami, ada teman-teman Adeco juga menjenguk Sr. Antonie

       Sr. Antonie juga bercerita bahwa pada jam besuk siang tadi, beberapa teman Adeco sempat datang menjenguk, yaitu Mbak Budi, Koh Liok, Bu Nining, Pak Hadi (suami Bu Nining), Bu Tri, dan Pak Daryanto. Dan juga beliau bercerita bahwa beliau gemar membaca buku. Untuk mengisi waktu selama dirawat di rumah sakit, Sr. Antonie membawa sebuah buku bacaan ringan sebagai teman di sela-sela waktu istirahat. Saat itu, Sr. Fransis juga menemani Sr. Antonie selama diopname di RS jadi Sr. Antonie tidak kesepian.
Tanpa terasa, waktu kunjungan kami pun berakhir pas Sr. Fransis masuk ke ruangan kemudian tetap tinggal untuk menjaga Sr. Antonie. Sebelum pulang, kami sempat berfoto bersama. Sr. Fransis dengan ramah membantu memotret kami, meskipun beliau sendiri tidak bersedia ikut difoto. Sebelum pamit, kami mendoakan agar Sr. Antonie lekas pulih dan sehat kembali.

 

Ditulis oleh Bee Djing (Selvi), Alumni DU 1987

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

INFO !!

spot_img
spot_img
- Advertisment -spot_img

posting terupdate

Recent Comments

dewi murtindah pada – ASA –
Aning pada – ASA –
Aning pada PENDERITAAN ELIZA
Aning pada TEMPE KEMUL
dewi murtindah pada TEMPE KEMUL
Aning pada Kisah Seorang Mirmo
dewi murtindah pada EDITORIAL
dewi murtindah pada EDITORIAL
dewi murtindah pada * Pelepasan Kerinduan Kita *
dewi murtindah pada ~Dena Upakara~
Aning pada ~Dena Upakara~
Andre Tjakra (Adeco Bandung dan ketua keluarga ADECO Bandung) pada Reuni Kecil Murid Pertama Saya
Rudianto pada EDITORIAL
Rudianto pada EDITORIAL
Tabita Setyowati pada EDITORIAL